• Silaturrahim FORMABA: Strategi Sukses Dakwah di Tengah Budaya Jawa


    BAITULHIKMAHSUKOHARJO.COM - Budaya dan Adat Jawa adalah salah satu peninggalan tertua yang ada di Indonesia. Ia banyak mempengaruhi sebagian besar adat-adat daerah tanah air. Tak heran bilamana kita melihat beberapa adat istiadat beberapa tempat memiliki kemiripan dengan adat pulau yang memiliki populasi penduduk terbesar di Nusantara ini.



    Dalam dunia dakwah, adat Jawa merupakan salah satu tantangan besar bagi para pendakwah tanah air. Budaya dan adat istiadat Jawa sendiri adalah satu proyek nativisasi yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Belanda dalam rangka menjauhkan Ummat Islam dari agamanya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Ustadz Susiyanto, seorang pakar Adat Jawa yang  dalam pembukaan acara silaturrahim FORMABA yang berlangsung pada hari Rabu (14/09/2016) lalu.



    Acara yang bertajuk “Strategi Sukses Dakwah di Tengah Budaya Jawa” ini diikuti oleh para alumni dari seluruh angkatan. Selain dihadiri oleh para alumni, acara yang berlangsung di Masjid An-Nuur kompleks Ma’had Baitul Hikmah ini juga dihadiri oleh Mudir Ma’had, KH Ihsan Saifuddin, Pembina Yayasan Baitul Hikmah, beberapa tokoh masyarakat, serta Takmir masjid yang ada di sekitar Sukoharjo.

    Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 19.30, dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh salah satu alumni angkatan keempat. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan dari alumni diwakili oleh Ust. Aslam Spd,I Al-Hafizh, salah satu alumni dari angkatan pertama. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mudir Ma’had, KH Ihsan Saifuddin, lalu oleh dr. Harun Rasjid, Sp.B Mars selaku ketua Yayasan Baitul Hikmah.

    Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa para alumni hendaknya mengembangkan soft skill setelah mendapatkan hard skill selama dua tahun menjadi mahasantri di ma’had.



    Hard skill adalah apa yang telah diraih, seperti keilmuan mumpuni yang merupakan bekal dalam menghadapi ummat. Sedangkan soft skill adalah ilmu yang dihasilkan dari pengalaman dalam pengabdiannya bersama masyarakat yang tidak didapatkan selama menjadi mahasantri, seperti pemahaman terhadap adat istiadat dan budaya mad’u, yang juga tak kalah pentingnya dalam perjalanan dakwah.

    “Tidak hanya cukup dengan kemampuan, tetapi harus ada kemauan dalam diri kita.” Pesan beliau kepada para alumni.

    Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan taushiyah oleh Ustadz Susiyanto yang menyampaikan tentang sejarah kebudayaan Jawa, beserta fakta-fakta di balik adat Jawa yang bisa menambah wawasan para alumni dalam berdakwah khususnya di tanah Jawa itu sendiri.

    Sesi kedua dimulai pada pukul 07.30, yang diisi dengan Kajian Follow Up Program Dakwah oleh ustadz Aris Munandar, Lc. Beliau menyampaikan bagaimana pentingnya kaderisasi dakwah dalam memperkuat generasi penerus misi dakwah ini. Selain itu, beliau juga memberikan langkah-langkah penting dalam dakwah, serta menggariskan follow up kiprah dakwah para pendahulu yang berperan besar dalam kesuksesan dakwah hari ini.

    (baitulhikmahsukoharjo.com/faqih)












  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Gabung grup WhatsApp!

    Dapatkan kiriman broadcast bermanfaat dari Asatidzah Baitul Hikmah melalui WhatsApp. Bergabung sekarang juga.

    ALAMAT

    Jl. Raya Solo - Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57551

    EMAIL

    baitulhikmahskh08@gmail.com
    baitulhikmahskh@gmail.com

    TELEPON/WA

    (0271) 592567
    085 77 0189 272

    REKENING

    Bank Mandiri Syariah an. Yayasan Baitul Hikmah No. Rek. 7078080005

    Ketik dan Tekan Enter